VISI MISI TPA AL-HAYAH

A. Sekilas tentang TPAT Al-Hayah
Taman Pendidikan Al-Qur’an Terpadu (TPAT) Al-Hayah adalah sebuah lembaga yang berdiri dibawah naungan Yayasan al-Hayah Hayatuna yang merupakan sebuah lembaga sosial atau NGO (non government organization) yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial keagamaan.
TPAT Al-Hayah merupakan sebuah jawaban dari sekian persoalan yang berkenaan dengan pemberantasan buta huruf al-Qur’an dan merupakan salah satu media untuk mensosialisasikan al-Qur’an di tengah keengganan masya-rakat untuk berinteraksi dengan al-Qur’an.

B. Visi TPAT Al-Hayah
“Mewujudkan generasi qurani yang cerdas, amanah dan ceria yang mampu meraih kesuksesan dan kemuliaan hidup bersama Al-Quran’’ (QS.3:79, QS.21:10, QS.43:44).

C. Misi TPAT Al-Hayah
1. Misi pendidikan
Sebagai pemantap misi pendidikan agama Islam di tingkat TK, SD, MI yang porsinya dipandang kurang sekaligus pula membantu peran orangtua dalam pendi-dikan keagamaan di rumah karena kondisi orangtua pada umunnya kurang siap berhubungan faktor kesibukan kelalaian atau karena faktor keawaman mereka sendiri.
2. Misi dakwah
Menambah kemakmuran masjid, mushala dan majelis taklim dalam rangka memaksimalkan fungsinya sebagai pusat pergerakan masyarakat dengan segala kreatifitas-nya yang dinamis, independen dan terintegrasi.
3. Misi Qur’ani
Memaksimalkan potensi, menjadi pribadi yang berman-faat, sebagai bukti bahwa manusia diciptakan bukan tanpa tujuan atau sia-sia, sebagaimana firman-Nya :
    
“Ya tuhan kami tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia..” (QS. Ali Imran [3]:191)
        
“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya kami menciptakannya kamu main- main saja dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami” (QS. Al-Mukminun [23]:115)

D. Tujuan TPAT Al-Hayah
Sebagaimana khittahnya, TPAT al-Hayah adalah merupa-kan lembaga yang menjadi kepanjangan tangan untuk mengemban misi dan misi yayasan Al-Hayah Hayatuna, maka dalam merealisasikan misi dan misi tersebut ada tujuan dan prioritas yang diutamakan, diantaranya :
1. Memberikan bekal dasar pengetahuan bagi generasi muda Islam sedini mungkin dengan mencintai Al-Quran.
2. Meningkatkan pentingnya tanggung jawab orang tua untuk mendidik dan mengajar putra putrinya dalam pendidikan agama dan keterampilan keagaman khusus-nya dalam hal kemampuan membaca memahami meng-hayati dan mengamalkan kitab sucinya agar keimanan dan ketakwaan mereka terbina dengan baik sejak dini.
3. Mempersiapkan kader Qurani yang mencintai dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran.
4. Menerapkan pola pengajaran dan pendidikan yang dinamis serta berwawasan ke depan sesuai dengan perkembangan sosial ilmu pengetahuan dan teknologi.

BAB 3
PENGERTIAN DAN ASAS
PENYUSUNAN KURIKULUM

A. Pengertian kurikulum
1. Secara etimologi
Secara etimologi menurut Wiles dan Bondi (1989) istilah kurikulum pertama kali ditemukan di Skotlan-dia pada awal tahun 1820, dan istilah tersebut secara modern pertama kali digunakan di Amerika Serikat satu abad kemudian. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “currerre” berupa kata kerja (to run) yang berarti lari. Di dalam kamus Webster kata kurikulum berasal dari bahasa Yunani “curicula” yang memiliki beberapa arti dari kurikulum diantaranya: (1) Tempat perlombaan, jarak yang harus ditempuh pelari kereta lomba; (2) Suatu jalan untuk pedati atau perlombaan; (3) Perlombaan yang dimulai dari start dan diakhiri dengan finish. Dari beberapa arti secara etimologi di atas, kurikulum yang terakhir identik dengan proses pembelajaran, sehingga atas dasar ter-sebut istilah kurikulum diterapkan dalam pendidikan.
2. Pengertian secara terminologi
Secara terminologi kurikulum dapat diartikan sebagai berikut :
a. Tradisional atau sempit
Tradisional menyebutkan awalnya kurikulum diarti-kan sebagai subject atau mata pelajaran atau bidang studi yang harus dikuasai anak didik secara kognitif untuk lulus mendapat ijazah. Sejumlah mata pelaja-ran atau traning yang diberikan sebagai produk atau pendidikan (Wiles & Bondi, 1989).
Adapun Taba (1962) mengemukakan kurikulum sebagai rencana untuk belajar. Sehingga istilah kurikulum sekarang ini disamakan dengan pedoman mengajar, silabus atau buku teks yang ditetapkan course.
Menurut Willliam N. Ragan (1966) Curiculum is a plan for learning (kurikulum adalah sebuah rencana dalam pembelajaran).
Sedangkan menurut Oemar Hamalik (1992) kuri-kulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus di tempuh oleh siswa untuk memperoleh ijazah.
b. Modern atau luas.
Secara modern menyebutkan keseluruhan pengala-man anak atau peserta didik saat berada di dalam kelas yang terjadwal, di luar kelas (seperti laborato-rium, halaman) bahkan luar sekolah (seperti kunju-ngan wisata, museum) yang mempunyai tujuan dan berada di bawah tanggung jawab sekolah
Modern menyebutkan kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal dan dapat dipertanggung jawabkan.
Seiring perkembangan jaman pengertian kurikulum juga terus mengalami pergeseran makna, tugas men-didik yang harusnya diemban bersama-sama antara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s